Sabtu, 29 Agustus 2015

Kegiatan Pembinaan Karang Taruna

Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial. Dalam hal ini, Karang Taruna di Desa Pulo sendiri tepatnya di kampung Cimiung dapat dikatakan aktif apabila ada kegiatan-kegiatan yang mengikutsertakan para pemuda kampung Cimiung. Ketua Karang Taruna di kampung Cimiung bernama Bapak Pendi.
KEANGGOTAAN
Anggota Karang Taruna terdiri dari Anggota Pasif dan Anggota Aktif:
1.      Anggota Pasif adalah keanggotaan yang bersifat stelsel pasif (Keanggotaan otomatis), yakni seluruh remaja dan pemuda yang berusia 11 s/d 45 tahun;
2.      Anggota Aktif adalah keanggotaan yang bersifat kader, berusia 11 s/d 45 tahun dan selalu aktif mengikuti kegiatan Karang Taruna.

Di Desa Pulo, kampung Cimiung terdapat beberapa keanggotaan pasif dan aktif. Ini terlihat pada seksi wawancara bersama ketua pemuda pak Pendi. Keanggotaan pasif, bisa berpartisipasi secara otomatis tanpa terdaftar secara resmi dalam keanggotaan Karang Taruna. Ini tercermin dalam proses penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda. Dan keanggotaan yang aktif yang terdaftar dalam kepemudaan desa.
berdiskusi dengan para pemuda mengenai pelaksanaan 17'an

Rapat antara ketua RT kampung Cimiung dan pemuda Karang Taruna




Kegiatan Senam


 Kegiatan ini di maksudkan dalam rangka menumbuhkan kesadaran warga desa terhadap pentingya menjaga kesehatan badan dan memiliki stamina yang prima setiap hari, sehingga tidak mudah lelah dan selalu bugar dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Kegiatan ini rutin di laksanakan setiap hari Minggu mulai tanggal 2 Juli 2015 pukul 08.00 WIB.
Budaya hidup sehat dengan rutin berolahraga pagi setiap minggu nya, baik dengan melakukan gerakan senam ataupun aerobik selain dapat membuat tubuh menjadi sehat dan manjaga stamina juga dapat manjalin keberamaan serta kekompakan satu sama lain. Disini para panitia KKM bertindak sebagai instruktur memberi contoh gerakan yang akan di ikuti oleh warga desa, senam dilakukan dua kali setiap harinya dan di selingi dengan gerakan hiburan pada selang waktu kegiatan untuk beristirahat dan agar para warga tidak bosan.
Pelaksanaan Senam Minggu Pertama


Pelaksanaan Senam Minggu Kedua

Jumat, 28 Agustus 2015

Kegiatan Penelitian Pembuatan Briket

Penelitian pembuatan briket adalah salah satu program kerja KKM 92 Untirta yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah sekam padi dimana limbah tersebut hanya digunakan untuk membakar bata. Dalam kegiatan ini, penelitian yang dimaksudkan yaitu untuk memberitahukan kepada warga salah satu cara memanfaatkan sekam padi, akan tetapi dikarenakan penelitian tersebut belum rampung maka tidak disosialisasikan kepada warga. Adapun sasaran kegiatan ini yaitu warga di Desa Pulo. Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih 2 minggu.
Pembuatan alat pembakar sekam dari seng dan panci bekas

Sekam yang sudah dibakar

Pembuatan lem dari tepung kanji untuk pemadatan briket

Pencampuran lem dengan sekam yang sudah dibakar

Proses pencetakan dengan menggunakan pralon

briket yang sudah dicetak (sedang dijemur)

Foto bersama pemuda sekitar yang melihat jalannya penelitian pembuatan briket

Kegiatan Sensus Penduduk

Foto bersama staf desa sebelum pelaksanaan sensus 
Pada kesempatan ini kelompok KKM 92 ikut serta dalam pelaksanaan sensus penduduk de facto dengan metode House Holder di Desa Pulo Kecamatan Ciruas tepatnya RT/08. Metode House Holder disini maksudnya, sensus ini dilaksanakan dengan cara mengirim daftar pertanyaan atau angket yang disebarkan ke tiap-tiap rumah penduduk. Keuntungan metode ini data cepat terkumpul. Kekurangannya jika penduduk buta huruf tidak mampu mengisinya, tetapi kami akan membantu jika ada warga yang mengalami kesulitan untuk mengisinya.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Juli 2015 setelah menerima tawaran permintaan dari staf Desa Pulo untuk membantu menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan sekaligus merupakan program kerja pertama yang dilakukan oleh kelompok KKM 92.

Staf desa memberikan arahan sebelum pelaksanaan sensus


Saat pengambilan data (sensus)

berkeliling untuk mencari rumah penduduk yang akan disensus

Kegiatan Pelatihan Keterampilan





Pelatihan keterampilan adalah salah satu program kerja KKM 92 Untirta yang bertujuan untuk membimbing Ibu-ibu yang ada di Desa Pulo agar memiliki keterampilan dan kreativitas. Dalam kegiatan ini, pelatihan yang dimaksudkan yaitu pelatihan pembuatan bros dan gantungan kunci dengan bahan dari kain flanel. Adapun sasaran kegiatan ini yaitu Ibu-ibu dan remaja di Desa Pulo.
Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Agustus 2015 dan berlangsung selama kurang lebih dua jam yaitu mulai dari pukul 14.00 WIB s.d pukul 16.00 WIB bertempat di kediaman Ibu Janti. Pemilihan kediaman Ibu Janti sebagai tempat kegiatan ini dikarenakan letak rumahnya yang strategis dan dikelilingi oleh rumah-rumah warga.

Dilihat dari partisipasi warga yang datang, kegiatan ini dapat dikatakan mendapat respon yang positif. Ibu-ibu dan remaja sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini.


Beberapa hasil karya dari pelatihan keterampilan

Ibu-ibu dan remaja sangat antusisas mengikuti pelatihan



Suasana saat pelatihan



Foto bersama ibu-ibu dan remaja setelah kegiatan pelatihan keterampilan

Sabtu, 22 Agustus 2015

Video Dokumenter Desa Pulo


Berikut ini adalah video dokumenter mengenai potensi yang ada di Desa Pulo serta wawancara dengan Kepala Desa Pulo



Rabu, 19 Agustus 2015

Kegiatan Diversifikasi Pangan

Pulo, Kamis 13 Agustus 2015

Sebenarnya namanya bukan diversifikasi pangan, tapi pemanfaatan daun singkong dan kangkung untuk dijadikan kerupuk. Berhubung karena sudah dimasukkan ke laporan program kerja, jadi disini tetap disebut diversifikasi pangan.

Untuk definisi diversifikasi pangan memiliki pengertian tersendiri yaitu sebuah program yang mendorong masyarakat untuk memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsinya sehingga tidak terfokus pada satu jenis. Diversifikasi pangan berperan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat sehingga nutrisi yang diterima oleh tubuh dapat bervariasi dan seimbang.
(Sumber : wikipedia.com//diversifikasi pangan)

Pada kegiatan KKM kami kali ini, sesuai dengan nama program kerja yaitu diversifikasi pangan. Kami anggota KKM 92 Untirta terdiri dari Susan Devianti selaku penganggungjawab kegiatan, dibantu dengan teman-teman anggota antara lain teh Avi, Fitri, Fatma, Yuli, Tomi, Nufus, Ica, Shinta dan Saepi mengajak warga pulo tepatnya di Kampung Cimiung dengan partisipan yang datang terdiri dari Ibu-ibu, anak gadis dan anak kecil. Adapun untuk tempatnya, kami menggambil tempat di rumah Ibu Sri.
Pada kegiatan ini, kami mempraktekkan pengetahuan yang kami dapat dari internet yaitu pemanfaatan daun singkong dan daun kangkung untuk diolah menjadi makanan cemilan yaitu dendeng daun singkong dan kerupuk kangkung. 

Untuk kerupuk dendeng daun singkong, cara pembuatannya adalah sebagai berikut :
Dendeng Daun Singkong


Bahan :
  •  ½ kg tepung kanji
  • 2 butir telur ayam
  • 250 ml minyak goreng 
  •  ½ kg daun singkong                     
Bumbu :
  •  1 ruas kencur 
  • 1 sendok teh tumbar
  • 3 siung bawang merah 
  •  6 siung bawang putih
  • 5 buah cabe 
  •  ½ sendok teh garam
  • 2 sendok makan gula pasir
  • ½ sendok teh penyedap rasa
     
  • Cara membuat :
    1.    Daun singkong direbus, setelah empuk diangkat, kemudian ditiriskan dan diperas.
    2.    Daun singkong diiris halus, semua bumbu dihaluskan.
    3.    Irisan daun singkong, bumbu halus, telur dan tepung kanji dicampur jadi satu.
    4.     Bila sudah tercampur, masukkan ke kantong plastik lalu dikukus ± ½ jam.
    5.     Setelah dingin, diiris sesuai selera kemudian dipipihkan menyerupai dendeng daging.
    6.      Kemudian di goreng sampai berubah warna.

    Selanjutnya, cara pembuatan kerupuk kangkung adalah sebagai berikut :


    Bahan :
    ·   200 gram tepung kanji
    ·  5 siung bawang putih (dihaluskan)
    ·   Garam secukupnya
    ·   1 ikat daun kangkung segar dan utuh
    ·   Penyedap rasa secukupnya
    ·  Minyak goreng secukupnya
    ·   Air secukupnya

    Cara membuat :
    1. Blender kangkung, air, garam dan bawang putih.
    2. Kemudian dimasak dengan air secukupnya sampai mendidih, lalu dinginkan.
    3.  Setelah dingin, campur dengan tepung kanji secara merata sampai bisa dibentuk.
    4.  Kemudian rebus sampai matang, tandanya adonan akan mengapung.
    5.  Lalu angkat dan tiriskan, biarkan adonan semalam di kulkas agar mengeras.
    6.  Kemudian iris tipis-tipis, lalu dijemur hingga kering
    7.  Kerupuk siap digoreng.
      

    Kegiatan ini, mengundang antusias ibu-ibu yang datang. Sehingga mereka mendapatkan pengetahuan yang baru. Walaupun yang datang sedikit, diharapkan semoga bisa menjadi perwakilan untuk menyebarkan informasi kepada ibu-ibu yang lainnya khususnya di Kampung Cimiung desa pulo.  



Berikut adalah dokumentasi foto-foto kegiatan tersebut
Mahasiswa KKM 92 Untirta sedang melakukan demonstrasi pembuatan kerupuk kangkung

Mahasiswa KKM 92 Untirta sedang melakukan demonstrasi pembuatan Dendeng Daun Singkong

Saat akan membuat adonan kerupuk kangkung

foto bersama ibu-ibu Kampung Cimiung setelah kegiatan